KTSP

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai pendidikan tertentu. Tujuan tersebut meliputi tujuan pendidikan nasional serta kesesuaian dengan kekhasan, kondisi, potensi, daerah, satuan pendidikan dan peserta didik. Oleh sebab itu, kurikulum disusun untuk satuan pendidikan untuk memungkinkan penyesuaian program pendidikan dengan kebutuhan dan potensi di daerah.

 

Pengembangan Kurikulum SMP Negeri 1 Citeureup yang beragam mengacu pada standar nasional pendidikan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. Standar Nasional Pendidikan terdiri atas standar isi, proses, kompetensi lulusan, tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan, dan penilaian pendidikan. Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut yaitu Standar isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 (UU 20.2003) tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 (PP 19 2005) tentang Standar Nasional Pendidikan mengamanatkan kurikulum tingkat satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah disusun oleh satuan pendidikan dengan mengacu pada SI dan SKL serta berpedoman pada panduan yang disusun oleh BSNP.

Tujuan penyusunan kurikulum SMP Negeri 1 Citeureup digunakan sebagai acuan dalam penyusunan dan pengembangan kurikulum yang akan dilaksanakan pada tingkat satuan yang bersangkutan.

B. Dasar Hukum

  1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
  2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
  3. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi.
  4. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 23 Tahun 2006 Tentang Standar Kopetensi Lulusan.
  5. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 24 Tahun 2006 Tentang Pedoman Pelaksanan Standar Isi dan Standar Kelulusan.
  6. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat No. 5 Tahun 2005 Tentang Pemeliharaan Seni Budaya dan Bahasa Daerah.
  7. Peraturan Gubernur Jawa Barat No.25 Tahun 2007, Tentang Muatan Lokal Pendidikan Lingkungan Hidup.
  8. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 39 Tahun 2009, Tentang Pemenuhan Beban Kerja Guru dan Pengawas Satuan Pendidikan.

C.Tujuan 

KTSP ini disusun sebagai pedoman dalam penyelenggaraan pendidikan di SMP Negeri 1 Citeureup dalam upaya mencapai Sekolah Standar Nasional. Tujuan ini sejalan dengan delapan komponen Sekolah Standar Nasional yang meliputi :

  1. Standar Isi
    1. Menjadi SMP Standar Nasional
    2. Tercapainya kurikulum  SMP Negeri 1 Citeureup Kab.Bogor, mencakup:
      • Pemetaan Standar Kompetensi dan kompetensi dasar’
      • Pembuatan silabus dan RPP.
      • Rencana Pelaksanaan Pembelajaran.
    3. Tersedianya kurilulum tingkat satuan pendidikan, mencakup :
      • Pemetaan KTSP.
      • Silabus, Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, dan Indikator.
      • Rencana Pelaksanaan pembelajaran.
  2. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan
    1. Terpenuhinya profesionalisme dan kompetensi guru dan TU sesuai SNP.
    2. Terlaksananya kegiatan monitoring dan evaluasi kinerja guru dan TU
  3. Standar Proses Pembelajaran.
    Terselenggaranya proses pembelajaran sesuai SNP, yakni agar dapat memberi kesempatan peserta didik untuk :
    1. Belajar untuk beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
    2. Belajar untuk memahami dan menghayati
    3. Belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektip
    4. Belajar untuk hidup bersama dan berguna untuk orang lain
    5. Belajar untukmembangun dan menemukan jati diri melalui proses belajar aktif, kreatif , efektif dan menyenangkan.
  4. Standar Sarana Prasarana.
    Terpenuhinya sarana dan prasarana pendidikan yang sesuai dengan SNP
  5. Standar Kompetensi Lulusan.
    1. Terselenggaranya proses pembelajaran sesuai SNP.
    2. Terpenuhinya kelulusan sesuai SNP
    3. Terpenuhinya target kejuaraan pada lomba-lomba akademik dan non akademik.
  6. Standar Pengelolaan.
    Tercapainya kualitas kelembagaan dan terciptanya managemen pendidikan sesuai dengan MBS dan SNP.
  7. Standar Pembiayaan Pendidikan.
    Mewujudkan standar pembiayaan sesuai SNP
  8. Standar Penilaian.
    Mewujudkan sistem penilaian sesuai SNP

 BAB II TUJUAN PENDIDIKAN

Tujuan pendidikan menengah adalah meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut 

 A. VISI

  SMP NEGERI 1 CITEUREUP

    ”Sekolah berprestasi, bernilai budaya bangsa berdasarkan Iman dan Taqwa”

INDIKATOR

  1. Meningkatkan rata-rata nilai ujian 
  2. Memperoleh kejuaraan diberbagai lomba akademik dan non akademik.
  3. Mengembangkan kesadaran hidup berbudaya 
  4. Terbentuknya insan yang berahlaqul karimah.

B. MISI

SMP NEGERI 1 CITEUREUP

  1. Melaksanakan kegiatan belajar mengajar yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan secara konsisten.
  2. Menumbuhkembangkan semangat berprestasi peserta didik.
  3. Mendorong peserta didik mengenali dan menyalurkan potensi dirinya secara tepat.
  4. Meningkatkan pengamalan ajaran agama sesuai dengan keyakinannya. 
  5. Menanamkan rasa bangga terhadap nilai-nilai budaya bangsa dalam kehidupan sehari-hari

C. TUJUAN

Pada tahun 2013-2014 SMP Negeri 1 Citeureup mampu :

  1. Meningkatkan kwalitas proses kegiatan belajar mengajar.
  2. Meningkatkan hasil belajar : Ujian Nasional/ Ujian Sekolah, Nilai raport + 0,4
  3. Meningkatkan prestasi dalam berbagai lomba bidang akademik : Siswa Berprestasi, Karya Ilmiah Remaja, Olimpiade Mata Pelajaran Tingkat Kabupaten  Bogor.
  4. Meningkatkan prestasi dalam berbagai bidang olah raga dan kesenian Tingkat Kabupaten Bogor.
  5. Meningkatkan prestasi dalam berbagai lomba keagamaan Tingkat Kabupaten Bogor.
  6. Meningkatkan mutu perilaku peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.
  7. Meningkatkan penanaman kebanggaan terhadap nilai-nilai budaya bangsa dalam kehidupan sehari-hari.
  8. Mempersiapkan peserta didik melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

 D. SASARAN

     Pada tahun 2013/2014 SMP Negeri 1 Citeureup mampu/mencapai : 

  1. Terwujudnya peningkatan kwalitas kegiatan belajar mengajar.
  2. Terwujudnya peningkatan hasil belajar Ujian Nasional, Ujian Sekolah,dan Nilai Raport sebesar 0,1.
  3. Tercapainya peningkatan prestasi sebagi juara pertama dalam bidang akademik di Tingkat Kabupaten Bogor.
  4. Tercapainya peningkatan prestasi sebagi juara pertama dalam lomba Olah Raga dan Kesenian Tingkat Kabupaten Bogor.
  5. Tercapainya peningkatan prestasi sebagai juara pertama  dalam lomba bidang Keagamaan Tingkat Kabupaten Bogor.
  6. Terwujudnya peningkatan perilaku peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.
  7. Terwujudnya peningkatan penanaman kebanggaan terhadap nilai-nilai budaya  bangsa dalam kehidupan sehari-hari.
  8. Diterimanya lulusan peserta didik pada jenjang sekolah yang lebih tinggi sebanyak 75 % disekolah negeri.

 BAB III STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM

  1.  Mata Pelajaran dan Alokasi Waktu
    1. Struktur Kurikulum
      Struktur kurikulum  SMP Negeri 1 Citeureup Kab.Bogor disusun berdasarkan pada substansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama tiga tahun mulai Kelas VII sampai dengan Kelas IX. Struktur kurikulum disusun berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Kompetensi Mata Pelajaran.
      Struktur Kurikulum SMP Negeri 1 Citeureup memuat mata pelajaran wajib, muatan lokal, dan pengembangan diri, dengan rincian sebagai berikut.
      Komponen Kelas
        VII VIII IX
      A. Mata Pelajaran
      1. Pendidikan Agama 2 2 2
      2. Pendidikan Kewarganegaran 2 2 2
      3. Bahasa Indonesia 4 4 4
      4. Bahasa Inggris 4 4 4
      5. Matematika 4 4 4
      6. Ilmu Pengetahuan Alam 4 4 4
      7. Ilmu Pengetahuan Sosial 4 4 4
      8. Seni Budaya 2 2 2
      9. Pendidikan Jasmani, Olah raga dan Kesehatan 2 2 2
      10. Teknologi Informasi dan komunikasi 2 2 2
      B. Muatan lokal
      1. Wajib : Bahasa Sunda 2 2 2
      2. Wajib : PLH 2 2 2
      C. Pengembangan Diri 2*) 2*) 2*)
      Jumlah 34 34 34

      *) Dilaksanakan sebagai ekstrakurikuler dengan lama waktu ekuivalen 2 jam   Pembelajaran.   

  2. Muatan Lokal Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak menjadi bagian dari mata pelajaran lain dan atau terlalu banyak sehingga harus menjadi mata pelajaran tersendiri. Substansi muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan, tidak terbatas pada mata pelajaran keterampilan.
    Muatan Kurikulum SMP Negeri 1 Citeureup meliputi sejumlah mata pelajaran,  materi muatan lokal dan kegiatan pengembangan diri yang keluasan dan kedalamannya merupakan beban belajar bagi peserta didik dan termasuk kedalam isi kurikulum yang dibelajarkan
    Mata Pelajaran yang ada di SMP Negeri 1 Citeureup:
    1. Mata Pelajaran wajib Nasional : Agama, Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, IPA, IPS, Penjasorkes, Seni Budaya, dan Teknologi Informasi dan Komunikasi.
    2. Mata Pelajaran Mulok : Bahasa Sunda, Sastra Sunda dan PLH
      Mulok Bahasa Sunda dan Sastra Sunda
      • Tujuan:Untuk mengembangkan kompetensi berbahasa Sunda dan melestarikan bahasa Sunda yang merupakan bahasa ibu.
      • Mulok Lingkungan HidupTujuan:Untuk mengembangkan kompetensi dan memberikan kepekaan dan kepedulian terhadap lingkungan serta memanfaatkannya demi kesejahteraan masyarakat secara bertanggung jawab.
  3. Kegiatan Pengembangan Diri dan Bimbingan Konseling
    1. Tujuan Umum : Secara umum kegiatan pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan  kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat , minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah.
    2. Tujuan Khusus : Secara khusus kegiatan pengembangan diri bertujuan :
      • Meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
      • Meningkatkan kecintaan terhadap tanah air.
      • Memupuk jiwa sportivitas.
      • Pembentukan karakter.
      • Menyalurkan bakat, minat, kemampuan, keterampilan khusus sesuai dengan kondisi sekolah.  
    3. Pelaksanaan  Kegiatan pengembangan diri dilaksanakan dibawah bimbingan para guru dan pelatih/instruktur serta kordinasi oleh guru BK. Kegiatan ini meliputi kegiatan ekstrakurikuler dan pelayanan konseling. Kegiatan pengembangan diri yang dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling yaitu yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial, belajar dan pengembangan karir peserta didik yang implementasinya berupa : Sembilan (9) kegiatan layanan yaitu :
      • Layanan Orientasi
      • Layanan Informasi
      • Layanan Penempatan dan Penyaluran
      • Layanan Pembelajaran
      • Layanan Konseling perorangan
      • Layanan Bimbinmgan kelompok
      • Layanan Konseling kelompok
      • Layanan konsiltasi
      • Layanan Mediasi
      Enam (6) Kegiatan Pendukung yaitu :
      • Aplikasi Instrumen BK/PD
      • Himpunan Data
      • Konferensi Kasus
      • Kunjungan Rumah
      • Alih Tangan Kasus.
      • Tampilan Kepustakaan 
      • Sedangkan dalam proses pembentukan karakater dilakukan melalui kegiatan pembiasaan yaitu :
        • Kegiatan rutin
          • Upacara Bendera ( Setiap hari senin dan hari-hari besar nasional)
          • Berdoa sebelum dan sesudah belajar
          • Membaca Al-Quran setiap hari di kelas masing-masing sebelum pelajaran di mulai.
          • Membersihkan kelas dan halaman sebelum dan sesudah belajar.
          • Membaca buku di perpustakaan
          • Tata krama
          • Tata tertib sekolah
        • Kegiatan Spontan
          • Memberi salam
          • Membuang sampah pada tempatnya.
          • Meminta izin keluar masuk ruangan
          • Membiasakan antri
          • Menolong teman dalam kesulitan
          • Berdiskusi dengan baik
          • Konsultasi dengan guru jika bermasalah.
        • Kegiatan Terprogram
          1. LDKS (Latihan dasar kepemimpinan siswa)
          2. Kegiatan keagamaan (pasantren kilat)
          3. Peringatan hari-hari besar Nasional
          4. Pekan kreativitas dan olah raga antar kelas
          5. Partisipasi dalam perpisahan kelas IX dalam pentas seni.
          6. Karya wisata.
        • Kegiatan Teladan
          1. Barpakaian rapi, bersih, lengkap, sesuai aturan
          2. Tepat waktu dalam segala hal
          3. Melaksanakan sholat wajib bagi  orang muslim
          4. Berpenampilan sederhana
          5. Menjaga kebersihan dan keindahan sekolah
          6. Mematuhi tata tertib sekolah dengan penuh kesadaran
          7. Menegakan kebenaran dan keadilan
          8. Membiasakan berinfaq/shadaqoh
  4. Pengaturan Beban Belajar
    SMP Negeri 1 Citeureup menggunakan sistem paket yang dialokasikan dalam struktur kurikulum sebagai berikut :
    • Satu jam pembelajaran tatap muka (menit): 40 Menit
    • Jumlah jam pembelajaran perminggu: 34 Jampel
    • Minggu efektif pertahun pelajaran: 32 s/d 36 minggu
    • Beban belajar penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur maksimum 50 % dari jumlah waktu kegiatan tatap muka dari mata pelajaran yang bersangkutan.
    • Alokasi waktu untuk praktik, dua jam kegiatan praktik di sekolah setara dengan salah satu jam tatap muka. Empat jam praktik di luar sekolah setara dengan satu jam tatap muka.
    • Alokasi waktu untuk pengembangan ekspresi dan potensi diri disesuaikan dengan jenis pengembangan yang dipilih.
    • Pengembangan diri dalam rangka pembentukan karekter disesuaikan dengan kondisi dan konteks sekolah.
    • Pengembangan diri dalam rangka pembentukan karekater disesuaikan dengan kondisi dan konteks sekolah.
  5. KETUNTASAN BELAJAR
    Ketuntasan belajar yang ditetapkan oleh setiap indikator yang dikembangkan merupakan sustu tingkat pencapaian hasil belajar dari suatu kompetensi dasar. Kriteria ideal ketuntasan belajar untuk masing-masing indikator 75 % sekolah secara bertahap dan berkelanjutan mengusahakan peningkatan kriteria kebebasan belajar yang ideal tersebut.
    Ketuntasan belajar setiap mata pelajaran disesuaikan dengan kompleksitas, intaqe siswa dan daya dukung sekolah. Adapun KKM setiap Mata pelajaran yang ditetapkan sebagai berikut: lihat KKM
  6. KENAIKAN KELAS DAN KELULUSAN 
    1. Siswa dinyatakan naik kelas apabila :
      • Mencapai nilai kriteria ketutantasan minimal (KKM) untuk setiap mata   pelajaran.
      • Kepribadian minimal baik
      • Kegiatan pengembangan diri minimal cukup.
      • Kehadiran minimal 90% per semester
    2. Kelulusan
      Sesuai dengan ketentuan PP 19/2005 Pasal 72 Ayat 1, peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan pada dasar pendidikan dasar dan menengah setelah :
      • Menyelesaikan seluruh program pembelajaran
      • Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mapel kelompok mapel agama dan akhlak mulia, kelompok kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mapel estetika, dan kelompok mapel jasmani, olah raga dan kesehatan.
      • Lulus Ujian Sekolah untuk kelompok mapel IPTEK
      • Lulus Ujian Nasional
      • Presentasi kehadiran minimal 85 % 
  7. Pendidikan Kecakapan Hidup 
    1. SMP Negeri 1 Citeureup memasukkan pendidikan kecakapan hidup yang mencakup kecakapan pribadi, kecakapan sosial, kecakapan akademik dan/atau kecakapan vokasional, agar peserta didik berani menghadapi problema hidup dan kehidupan dengan wajar tanpa merasa tertekan, kemudian secara proaktif dan kreatif mencari serta menemukan solusi sehingga akhirnya mampu mengatasinya.
    2. Secara umum pendidikan kecapan hidup bertujuan mengembangkan potensi peserta didik dalam menghadapi perannya dimasa mendatang secara menyeluruh, sedangkan secara khususu pendidikan kecakapan hidup bertujuan untuk :
      • mengaktualisasikan potensi peserta didik sehingga dapat digunakan untuk memecahkan berbagai masalah, misalnya narkob dan sosial;
      • memberikan wawasan yang luas megenai pengembangan karier peserta didik;
      • memberikan bekal dengan latihan dasar tentang nilai-nilai yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari;
      • memberikan kesempatan kepada sekolah untuk mengembagkan pembelajaran yang fleksibel sesuai prinsip pendidikan berbasis luas (broad based education);
      • mengoptimalkan pemahaman sumber daya di lingkungan sekolah dan masyarakat sesuai prinsip manajemen berbasis sekolah.
    3. Pendidikan kecakapan hidup diimplementasikan secara terintegrasi pada setiap meta pelajaran.
    4. Pendidikan kecakapan hidup yang diunggulkan yaitu melalui kegiatan ekstra kurikuler Tata boga dan Tata busana
  8. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global
    SMP Negeri 1 Citeureup mengembangkan pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global yaitu pendidikan yang memanfaatkan keunggulan lokal dan kebutuhan daya saing global dalam aspek sosial ekonomi budaya bahasa teknologi ekologi dll. Sehingga bermanfaat bagi pengembangan kompetensi peserta didik agar mampu bersaing ditingkat lokal nasional dan internasional.
    Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global merupakan bagian dari semua mata pelajaran dan juga tercermin pada beberapa mata pelajaran muatan lokal.
    Siswa mengikuti lomba sains, Bahasa Ingris, Matematika antar kelas, kemudian siswa dibimbing dalam klub mata pelajaran masing-masing. Tujuannya menyiapkan bibit-bibit unggul yang nantinya akan mengikuti olimpiade.
    Siswa dalam upacara maupun dalam peringatan hari besar memberikan pidato dalam Bahasa Sunda/Inggris dengan materi kejadian yang aktual pada saat ini.
    Materinya baik berupa sosial, politik, ekonomi, pendidikan dan lain-lain.

BAB IV KALENDER PENDIDIKAN

Kalender Pendidikan pada  SMP Negeri 1 Citeureup disusun untuk mengatur  kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran yang mencakup permulaan tahun pelajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif dan hari libur.

  1. Alokasi Waktu
    • Permulaan tahun pelajaran  adalah waktu dimulainya kegiatan pembelajaran pada awal tahun pelajaran setiap satuan pendidikan. 
    • Minggu efektif belajar adalah jumlah minggu kegiatan pembelajaran  untuk setiap tahun pelajaran pada setiap satuan pendidikan. 
    • Waktu pembelajaran efektif adalah jumlah jam pembelajaran setiap minggu, meliputi jumlah jam pembelajaran untuk seluruh mata pelajaran termasuk muatan lokal, ditambah jumlah jam untuk kegiatan pengembangan diri.
    • Waktu libur adalah waktu yang ditetapkan untuk tidak diadakan kegiatan pembelajaran terjadwal pada satuan pendidikan yang dimaksud. Waktu libur dapat berbentuk jeda tengah semester, jeda antarsemester, libur akhir tahun pelajaran, hari libur keagamaan, hari libur umum termasuk hari-hari besar nasional, dan hari libur khusus.
  2. Penetapan Kalender Pendidikan
    1. Permulaan tahun pelajaran adalah bulan Juli setiap tahun dan berakhir pada bulan Juni tahun berikutnya. 
    2. Hari libur sekolah ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional, dan atau Menteri Agama dalam hal yang terkait dengan hari raya keagamaan. Kepala Daerah tingkat Kabupaten/Kota, dan atau organisasi penyelenggara pendidikan dapat menetapkan hari libur khusus.
    3. Pemerintah Pusat/Provinsi/Kabupaten/Kota dapat menetapkan hari libur serentak untuk satuan-satuan pendidikan. 
    4. Kalender pendidikan  SMP Negeri 1 Citeureup disusun berdasarkan alokasi waktu sebagaimana tersebut pada dokumen Standar Isi ini dengan memperhatikan ketentuan dari pemerintah/pemerintah daerah.
    5. Hari belajar efektif adalah hari belajar yang betul-betul digunakan untuk kegiatan pembelajaran, sesuai dengan tuntutan kurikulum.
    6. Jumlah hari belajar efektif dalam 1 (satu) tahun pelajaran 260 (dua ratus enam puluh) hari belajar yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran, sesuai dengan kurikulum yang berlaku.
    7. Jam belajar efektif adalah jam belajar yang betul-betul digunakan untuk proses pembelajaran sesuai tuntutan kurikulum. Jumlah jam belajar efektif setiap minggu untuk kelas VII, VIII dan IX masing-masing 34 jam pelajaran, dengan alokasi waktu 40 menit per jam pelajaran. Jumlah jam belajar efektif selama satu tahun untuk kelas VII, VIII dan IX masing-masing 1.360  jam pelajaran. Sesuai  acuan penetapan Kalender Pendidikan di atas, maka SMP Negeri 1 Citeureup Kabupaten Bogor, menetapkan kalender pendidikan juga berdasar pada :
      • Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Barat.
      • Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor.
      • Program Kegiatan SMP Negeri 1 Citeureup Kabupaten Bogor. 
  3. SILABUS dan RPP
    Silabus dan RPP merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar kedalam materi pokok/pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian. Dengan demikian, Silabus , dan RPP merupakan bentuk operasional dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)Dengan mengacu kepada struktur dan muatan kurikulum yang telah ditetapkan, SMP Negeri 1 Citeureup menyusun Silabus dan RPP sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari KTSP ini. Lebih jelasnya lihat lampiran.

BAB V PENUTUP 

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan  ( KTSP ) SMP Negeri 1 CiteureupKab.Bogor, kami buat sebagai pedoman bagi segenap keluarga besar sivitas akademika di SMP Negeri 1 CiteureupKab.Bogor, sehingga Proses Kegiatan Belajar Mengajar dapat berjalan dengan lancar dan dapat mencapai tujuan yang diharapkan sesuai dengan visi, misi dan tujuan sekolah yang tertuang dalam Rencana Program Sekolah (RPS) baik yang berupa Rencana operasional (Renop) maupun Rencana Strategis (Renstra). Kami selalu berusaha semaksimal mungkin akan kesempurnaan dalam penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di SMP Negeri 1 Citeureup Kab.Bogor, ini. Oleh karena itu kami berharap akan kritik yang konstrutif dan saran dari semua pihak.Akhirnya kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak atas bantuan dan partisipasinya dalam Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ( KTSP ) SMP Negeri 1 Citeureup Kab.Bogor, semoga Tuhan Yang Maha Esa selalu melimpahkan Rahmat dan Hidayah – Nya kepada kita semua, Amiin.